Pages

Senin, 11 Juni 2012

TEORI BELAJAR SIBERNETIK



1.      Pengertian Belajar Menurut Teori Pemrosesan Informasi (Sibernetik)
Menurut teori sibernetik belajar adalah pengolahan informasi. Teori ini seolah-olah sama dengan teori kognitif yang mementingkan proses dari pada hasil belajar. Proses belajar memang pnting dalam teori sibernetik, namun yang lebih penting lagi adalah sistem informasi yang diproses yang akan dipelajari siswa.
Asumsi dari teori sibernetik adalah tidak ada suatu proses belajarpun yang ideal untuk segala situasi, dan yang cocok untuk semua siswa. Sebab cara belaja sangat ditentukan oleh sistem informasi.
2.      Teori pemrosesan informasi
Komponen pemrosesan informasi diplah menjadi tiga berdasarkan perbedaan fungsi, kapasitas, bentuk informasi, serta proses terjadinya “lupa”. Ketiga komponen tersebut adalah :
a.      Sensory Reseptor (SR)
Merupakan tempat pertama kalli informasi di terima dari luar. informasi hanya bertahan dalam waktu yang singkat dan informasi yann didapat mudah terganggu dan berganti.
b.      Working Memory (WM)
Mampu menangkap informasi yang diberi perhatian (attention) oleh individu. Pemberian perhatian ini dipengaruhi oleh presepsi. Karakteristik dar (WM) adalah kapasistas yang terbatas yaitu kurang lebih memiliki 7 slot, kurang lebih bertahan mengingat selama 15 detik jika tanpa pengulangan. Informasi dapat disandi dalam bentuk yang berbeda dari stimulus aslinya. Agar informas dapat bertahan dalam WM sebaiknya informasi tidak melebihi kapasitas WM disamping melakukan pengulangan.
c.       Long Term Memory (LTM)
Dalam LTM berisi mengenai semua pengetahuan  yang telah dimiliki oleh individu, mempunyai kapasitas yang tidak terbatas, jika informasi sudah tersimpan di LTM maka inormasi ersebut tidak akan hilang. Persoalan terjadinya “lupa” dalam hal ini dikarenakan jika inforasi tersebut terjadi kegagalan memunculkan kembali informasi yang diperlukan.
3.      Teori Belajar Menurut Landa
Landa membedakan dua macam proses berpikir, yaitu proses berpikir algoritmik dan proses berpikir heuristik. Proses berpikir algoritmik yaitu proses berpikir yang sistematis, tahap demi tahap, linier, konvergen, lurus menuju satu target tujuan tertentu. Berpikir heuruistik, yaiu cara berfikir devergen, menuj ke beberapa target tujuan sekaligus.
4.      Teori Belajar Menurut Pask dan Scott
Menurut mereka ada dua macam cara berfikir, yaitu cara berfikir serialis dan cara berpikir woholist atau menyeluruh. Pendekatan serialis memilii kesamaan dengan algoritmik. Namun yang dinyatakan dengan berpikir meneluruh (Wholist tidak sama dengan cara berfikir heuristik. Bedanya cara berfikir menyelurh adalah berfikir yang cenderung melompat ke depan, langsung ke gambaran lengkap sebuah sistem informasi.

0 komentar:

Poskan Komentar